5 Negara dengan Angka Harapan Hidup Tertinggi

“Selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan sehat selalu.”

Berumur panjang adalah sebuah harapan yang umum – sering dinyayikan pada saat berulang tahun dan mungkin merupakan keinginan yang terlintas pada benak setiap orang. Umur yang panjang ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari faktor mendasar seperti jenis kelamin, ras, kondisi medis seseorang, dan riwayat kesehatan keluarga, hingga ditentukan oleh lingkungan, keadaan sosial dan psikis, juga ekonomi. Faktor-faktor seperti lingkungan, sosial-ekonomi, dan demografi lah yang membuat suatu populasi penduduk di suatu negara dapat hidup lebih lama dibandingkan populasi di negara lain, hal itu tercermin dari suatu penghitungan statistika bernama Angka Harapan Hidup (Life Expectancy) yang biasa diukur dalam satu negara dan dibandingkan dengan negara lain. Angka Harapan Hidup dapat menyimpulkan banyak hal mengenai suatu negara, mulai dari keadaan ekonomi, sosial, tingkat kesehatan, termasuk dapat dijadikan bahan peninjauan kebijakan yang telah dibuat suatu negara.

Pada tahun 2015, (WHO) mengeluarkan pernyataan bahwa dunia mengalami peningkatan angka harapan hidup sejak tahun 2000. Walaupun angka harapan hidup terus meningkat, namun masih terdapat kesenjangan angka harapan hidup di antara negara-negara yang tercatat oleh WHO. WHO mengurutkan 5 negara dengan angka harapan hidup tertinggi dan angka harapan hidup terendah. Kira-kira, negara mana sajakah yang memiliki angka harapan hidup tertinggi?


5. Spanyol

Negara asal tari Flamenco ini menduduki peringkat kelima negara dengan harapan hidup tertinggi dan merupakan negara dengan harapan hidup tertinggi di Eropa, dengan angka harapan hidup bagi laki-laki adalah 79,6 tahun dan untuk wanita 85,6 tahun, dengan total rata-rata 82,6 tahun.

Diet Mediterania sudah lama menjadi kunci hidup sehat negara ini. Diet ini berfokus pada konsumsi sayuran, buah, gandum utuh, rempah, kacang, dan minyak zaitun. Minuman yang umum dipadukan dengan diet Mediterania ini adalah air putih dan wine, yang diminum maksimal 1 gelas/hari bagi wanita dan 2 gelas/hari bagi pria. Selain diet Mediterania, Spanyol juga menjunjung tinggi makanan segar. Sayur-sayuran yang biasa disajikan di meja makan seringkali sayuran yang sedang panen dan kuliner Spanyol banyak mengandalkan makanan laut segar karena makanan laut, terutama ikan, menjadi komoditas utama masyarakat Spanyol. Minyak zaitun, yang merupakan komoditas andalan Spanyol, juga menjadi sumber lemak bagi orang Spanyol, menggantikan margarin dan mentega.

Menjadi salah satu negara dengan angka harapan hidup tertinggi bukan berarti Spanyol bebas dari masalah. Walaupun angka kematian yang disebabkan penyakit kardiovaskular terus menurun, kematian yang disebabkan kanker kolorektal dan kanker paru terus meningkat akibat meningkatnya konsumsi rokok dan alkohol. Selain itu, angka kematian karena Alzheimer di Spanyol masih tinggi, sehubungan dengan banyaknya populasi orang tua di Spanyol.


4. Australia

Negara Kangguru memiliki angka harapan hidup rata-rata sebesar 82,8 tahun. Hal ini turut didukung dengan menurunnya konsumsi tembakau di Australia. Penurunan konsumsi tembakau di Australia didukung dengan kebijakan pemerintah, mulai dari pembatasan iklan rokok, pembatasan area merokok, hingga metode plain packaging, yaitu pembungkusan rokok dengan desain bungkus yang terstandarisasi. Penurunan konsumsi rokok berdampak pada penurunan kejadian penyakit kardiovaskular dan juga sebagian besar jenis kanker.

Dengan angka harapan hidup yang tinggi, Australia masih memiliki masalah kesehatan, di antaranya adalah meningkatnya angka hubungan seksual tanpa pengaman yang meningkatkan angka kejadian infeksi menular seksual, obesitas, peningkatan angka penderita Diabetes Mellitus Tipe 2, dan juga kanker kulit.


3. Singapura

Negara tetangga kita, Singapura, memiliki angka harapan hidup yang tinggi, dengan total rata-rata angka harapan hidup 83,1 tahun. Ada banyak hal yang membuat Singapura unggul dalam hal ini, di antaranya adalah karena jarang terjadinya konflik antarmanusia dan bencana alam di Singapura. Singapura tidak terletak pada lempeng tektonik utama dan tidak terletak pada daerah rawan hurikan.

Selain itu, sistem pelayanan kesehatan yang baik, tenaga kesehatan yang cukup dan mudah dijangkau, serta respon yang cepat dalam keadaan darurat menjadi poin tambahan. Kebijakan pemerintah pun mendukung gaya hidup sehat, seperti pajak rokok yang tinggi, pembatasan area merokok, serta sedari kecil diterapkan pembelajaran mengenai hidup sehat, hygiene, dan biologi dasar. Angka harapan hidup Singapura juga semakin membaik dengan manajemen penyakit kronik yang lebih baik, seperti Diabetes Mellitus Tipe 2, penyakit jantung dan kardiovaskular, dengan cara deteksi dini dan perawatan dari layanan kesehatan primer dan masyarakat.


2. Switzerland

Negara yang terkenal dengan Pegunungan Alpen ini bukan saja terkenal dengan pendapatan perkapitanya yang tinggi, melainkan angka harapan hidup yang tinggi. Switzerland mempunyai angka harapan hidup total 83,4 tahun. Bagaimana tidak, lingkungan Switzerland sangat layak untuk ditinggali. di Switzerland adalah yang terbaik di Eropa, air minum yang dikonsumsi kualitasnya sangat baik, manajemen sampah dan polusi suara yang sangat baik, dan angka kepuasan masyarakat terhadap keadaan kota dan ruang hijau terbuka sangat tinggi. Selain itu, 80% masyarakat usia produktif di Switzerland memiliki pekerjaan dan 88% masyarakat usia 25-64 tahun telah menyelesaikan sekolah menengah atas, yang berdampak pada kemampuan untuk menjangkau fasilitas dan pelayanan kesehatan. Poin tambahan, Switzerland adalah negara dengan indeks kebahagiaan tertinggi nomor 2 sedunia, dengan Denmark sebagai juaranya.


1. Jepang

Negara yang kaya akan tradisi dan budaya ini menduduki peringkat pertama soal angka harapan hidup. Dengan total rata-rata angka harapan hidup 83,7 tahun, laki-laki Jepang memiliki harapan hidup 80,2 tahun sementara perempuan Jepang memiliki harapan hidup 87,2 tahun.

Salah satu kunci dari angka harapan hidup yang fantastis ini adalah diet dan pola makan masyarakat Jepang, dimana masyarakat Jepang lebih sering mengonsumsi ikan dibandingkan daging merah, dilengkapi dengan sayuran, dengan porsi dan piring yang kecil, namun cukup kalori. Sebagian besar masyarakat Jepang tidak dapat menoleransi laktosa, sehingga konsumsi produk olahan susu mereka tidak terlalu tinggi, digantikan dengan produk olahan kedelai, seperti Natto. Selain itu, budaya orang Jepang menggunakan kendaraan umum, bersepeda, dan berjalan kaki, sekalipun sudah lanjut usia ikut berkontribusi dalam menciptakan angka harapan hidup yang fantastis. Hygiene masyarakat Jepang juga berpengaruh – mereka memiliki hygiene bagus dan pengecekan kesehatan selalu dilakukan secara berkala, bahkan di tingkat sekolah. (ad)


Komentar