Menaklukkan Stres Dengan Kecerdasan


Taklukkan Stres dengan Kecerdasan Emosional

Anda dan kolega menghadapi tekanan yang sama di kantor dan setiap hari harus berjuang melawan kemacetan Jakarta untuk berangkat dan pulang kantor. Tapi, mengapa ia terlihat tetap bahagia dan tak mudah stres?

Orang yang sering menghadapi stres namun terlihat damai, mungkin saja karena ia memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Pasalnya, kecerdasan inilah yang dibutuhkan bagi penduduk urban yang tingkat stresnya tinggi.

"Tingkat penerimaan setiap orang terhadap stres berbeda-beda, ini sangat dipengaruhi oleh kecerdasan emosionalnya," kata psikolog Liza Marielly Djaprie dalam acara diskusi bertema Urban Living & Stress Management yang diadakan Kedai Kopi dan PT.Kalbe Farma di Jakarta.

Ia menjelaskan, orang yang punya kecerdasan emosional cenderung akan lebih fleksibel dengan setiap kondisi yang dihadapinya.

Ada banyak komponen kecerdasan emosional, antara lain memahami emosi yang dialaminya dan mencari cara meluapkannya.

"Mereka juga lebih mudah berempati pada orang lain. Jadi tidak terlalu perfeksionis. Orang yang perfeksionis itu tuntutan terhadap dirinya juga tinggi sehingga gampang stres," kata psikolog dari Sanotarium Dharmawangsa Jakarta ini.

Kecerdasan emosional bisa dilatih sejak kecil. Liza mengatakan, karena kecerdasan ini belum masuk dalam kurikulum sekolah, seharusnya orangtua mulai mengajarkannya pada anak-anak sedini mungkin.

"Ajarkan dulu hal-hal sederhana seperti empati, jujur, mau berbagi, dan saling membantu," katanya.

Sementara pada orang dewasa, dibutuhkan kemauan dan motivasi diri untuk berubah. Mempelajari manajemen stres kepada psikolog juga membantu mengurangi stres jika efek stres dirasa sudah sangat mengganggu.


Komentar